Berbagi Perspektif: Kenali Konsekuensi Bitcoin Sebelum Berinvestasi

Sumber Gambar: Dmitry Demidko 

 

Seperti yang kita ketahui, saat ini bitcoin menjadi topik perbincangan hangat yang menyita perhatian banyak masyarakat terutama para pengguna bitcoin. Bitcoin yang merupakan salah satu jenis uang digital atau kripto ini bisa dibilang sudah menjadi hal yang cukup populer di dunia transaksi non tunai. Selain itu, Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor satu. Dalam berbagai jenis kripto, bitcoin menjadi salah satu yang paling populer dikalangan masyarakat dunia. 

 

Memiliki nilai yang fantastis, membuat bitcoin layaknya idola baru yang menjadi incaran banyak masyarakat di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Nilai bitcoin yang dapat melonjak tinggi bahkan mencapai titik maksimal menjadi alasan mereka berbondong-bondong memburu bitcoin. Bahkan untuk mendapatkan salah satu aset kripto tersebut tak sedikit dari mereka yang rela menginvestasikan seluruh dari tabungan yang dimilikinya. 

 

Sebagian dari para pengguna kripto yang sangat berani menginvestasikan seluruh tabungannya mungkin dapat diacungkan jempol. Namun, sedikit miris melihat mereka yang kurang bisa memahami sepenuhnya sistem dari bitcoin ini. Banyak dari mereka yang terkesan terburu-buru membeli bitcoin hanya karena tertarik sekejap dengan keuntungan besar yang ditawarkan. Bahkan, ada yang hanya mengikuti tren. Akibat kurangnya pemahaman mengenai bitcoin, membuat mereka tak ragu menginvestasikan sebagian bahkan seluruh dari tabungannya untuk bitcoin. Padahal, untuk bermain kripto, seseorang diharuskan menggunakan uang yang jika digunakan untuk investasi dan mengalami kerugian setelah menginvestasikan uang tersebut, hal itu tidak akan terlalu berdampak kepada keuangan sehari-hari penggunanya. Uang tersebut disebut sebagai uang dingin atau uang yang memang disiapkan untuk menghadapi untung rugi dari sebuah investasi. Hal inilah yang kurang diperhatikan oleh sebagian pengguna bitcoin yang hanya memenuhi hasrat dengan menginvestasikan seluruh tabungannya agar mendapat keuntungan yang besar. 

 

Seperti yang kita ketahui, nilai bitcoin bisa naik juga bisa turun. Kenaikan nilai bitcoin memang bisa dibilang tak tanggung-tanggung. Bahkan, nilai bitcoin pernah naik hingga mencapai nilai maksimum, yakni menyentuh angka Rp. 270 juta per kepingnya. Angka tersebut merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah. Namun, penurunan nilai bitcoin juga bisa mencapai titik terendah. Pada maret 2020, nilai bitcoin anjlok hingga Rp. 65 juta akibat pandemi Covid-19 melanda. Kemungkinan-kemungkinan seperti inilah yang kurang diperhatikan pengguna bitcoin. Banyak dari mereka yang hanya mendambakan keuntungan besar namun kurang mempersiapkan diri perihal kemungkinan-kemungkinan pahit ketika nilai bitcoin jatuh pada titik terendah. 

 

Saat ini banyak media yang memberitakan mengenai banyaknya korban yang jatuh akibat bitcoin. Sebut saja Arthur, salah satu korban dari jatuhnya nilai bitcoin. Penawaran menarik uang kripto yang dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya hingga berkali-kali lipat membuat Arthur dan Istrinya menginvestasikan seluruh tabungannya untuk bitcoin dan uang kripto lainnya. Arthur dan istrinya mengaku tak ingin melewatkan peluang yang tampak menjanjikan. Namun pada tahun 2018 lalu, nilai kripto anjlok hingga menyentuh angka 90%. Akibatnya, Arthur dan istrinya kehilangan bitcoin senilai Rp. 9,99 miliar. 

 

Tak hanya kisah Arthur, banyak kisah lain yang juga serupa. Banyak dari mereka yang terpuruk setelah anjloknya nilai bitcoin lantaran telah menginvestasikan uang tabungannya berupa tabungan untuk nikah, tabungan gaji hasil kerja, dan yang lainnya. Hal inilah yang membuat saya berani untuk memberikan opini mengenai kurangnya persiapan para pengguna kripto khususnya bitcoin dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Kurangnya persiapan dana hingga mental dalam menghadapi perputaran nilai kripto yang tidak dapat ditebak.

 

Saat ini pemberitaan mengenai bitcoin sedang ramai diperbincangkan. Tak hanya perkara kerugian yang dialami pengguna bitcoin karena nilainya yang anjlok. Namun, berbagai pemberitaan seputar penipuan uang kripto yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Baru-baru ini di Indonesia ramai pembahasan mengenai perusahaan bitcoin yang memperdayai puluhan nasabahnya. Perusahaan bitcoin atas nama PT Dunia Coin Digital disebut-sebut telah menipu dan membawa kabur uang nasabahnya. Tak hanya PT Dunia Coin Digital, penipuan bitcoin juga dilakukan oleh beberapa oknum melalui platform ilegal seperti kasus EDCCash yang masuk dalam daftar investasi bodong yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana sejak Oktober 2020 lalu. Berbagai kasus tersebut tentunya dapat menjadi gambaran bagi para pengguna bitcoin agar lebih bijak dalam menginvestasikan uang ke dalam salah satu aset kripto tersebut. 

 

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bitcoin memang susah diprediksi. Kenaikan dan penurunan harga yang tidak dapat ditebak dan terjadi secara tiba-tiba sudah menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari salah satu aset kripto ini. Meskipun pada awalnya keuntungan yang tinggi nan menggiurkan yang ditawarkan bitcoin menjadi alasan banyak orang yang berani berinvestasi, namun jika dilihat dari berbagai kasus yang telah terjadi sebelumnya sudah sepatutnya menjadi pelajaran berharga bagi para investor pemula untuk lebih bijak dan berhati-hati untuk memulai investasi. Karena, risiko kerugian pada bitcoin atau kripto sangat tinggi. Selain itu, mata uang digital seperti bitcoin menurut saya sedikit melahirkan keraguan apabila digunakan sebagai sarana untuk memulai investasi. Kembali lagi alasannya karena bitcoin memang sulit untuk diprediksi dan dianalisis. Pergerakan harga bitcoin sangat fluktuatif. Dalam artian dapat naik hingga mencapai nilai maksimum namun juga dapat turun mencapai nilai yang sangat rendah. Dalam hal ini, memang tidak ada salahnya jika seseorang ingin berinvestasi pada mata uang kripto salah satunya bitcoin. Namun, alangkah baiknya apabila sudah siap dengan segala konsekuensi apabila terjadi kerugian akibat anjloknya nilai bitcoin. Selain itu, berhati-hatilah apabila ada penawaran imbal hasil tetap di bitcoin, hal tersebut dapat dicurigai sebagai bentuk penipuan.