Sosialita Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia

sumber : pexels

Menurut kalian apa sih sosialita itu? saat pertama kali kalian mendengar kata sosialita apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran kalian? Di Indonesia sendiri fenomena kelompok sosialita sepertinya sudah sering kita dijumpai. Mengenai makna dari sosialita itu sendiri. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kaum sosialita?  Mungkin sebelum kalian berniat untuk menjadi salah satu kelompok sosialita, yuk cari tahu dulu pengertiannya dan bagaimana sebenarnya sosialita itu?

Menurut penulis saat pertama kali mendengar kata sosialita yang ada dalam benak selalu identik dengan sekelompok orang yang kerap didominasi wanita yang memiliki selera tinggi  atau biasanya terdiri dari orang-orang yang sangat kaya raya dan tidak jauh dari barang branded, mewah dan jauh dari kata murahan. Nah bahasa kerennya high class. High class sendiri disini bisa diartikan yaitu mungkin melihat dari bagaimana cara mereka berpenampilan yang kerap kita lihat dengan kalung berlian nya, gelang dan anting yang serba blink-blink karena bagi kaum sosialita yang didominasi wanita ini tentu menjadikan penampilan sebagai salah satu faktor penting yang mendukung dan mempengaruhi diri sendiri dan orang lain, belum lagi kendaraan yang mereka tumpangi yang mungkin harganya bisa ratusan juta, atau gaya hidup mereka yang kerap mengikuti arisan elit dengan nilai rupiah sangat fantastis dan apapun yang berkaitan dengan harta dan uang. Dengan keterangan diatas bisa memungkinkan jika kaum sosialita ini sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, lalu tentunya untuk menghindari kata murahan itu sudah pasti jika hal tersebut akan mempengaruhi pikiran mereka dalam memilih suatu barang yang akan mereka beli nantinya. Sebenarnya dari tindakan tersebut akan memupuk rasa gengsi di kemudian harinya. Lalu banyak juga yang beranggapan jika kehidupan sosialita juga identik dengan orang yang suka pamer kekayaan dan selalu diselimuti oleh kehidupan yang glamour atau gaya hidup hedonisme. Tapi apa itu gaya hidup hedonisme?

Suatu pandangan hidup yang meyakini bahwa dengan menciptakan kebahagiaan sendiri maka kemudian akan menyembuhkan luka. Dan semakin banyak kebahagiaan yang kita dapatkan maka akan semakin baik dan sembuh luka batin yang kita derita. Kesimpulannya bahwa gaya hidup hedonisme ini bisa jadi sebuah penolakan diatas sebuah kesedihan itu sendiri. Dari sini penulis melihat jika pengalihan dari sebuah kesedihan itu sendiri bisa dengan cara bermacam-macam nah salah satunya dengan mencari hiburan untuk bersenang-senang dengan belanja karena jiwa sosialita ini selalu tinggi dengan suatu hal yang berkaitan dengan belanja dan cenderung mendekati gaya hidup boros. Cara bersenang-senang lainnya juga melalui seringnya mereka mengeluarkan dana untuk hal-hal yang dianggapnya bisa memenuhi kesenangan batin, bisa untuk diri sendiri atau untuk sekedar dipamerkan ke teman sepermainan.

Kembali ke arti dari makna sosialita itu sendiri, menurut Shulbi Muthi Salayan Putri yang dikutip dari jurnal.amikom.ac.id sosialita adalah sebuah akronim yang diserap dari bahasa inggris “socialite” berasal dari kalimat social dan elite. Orang dari kalangan sosialita memang memiliki harta yang berlimpah dan hidup dengan keadaan yang serba mewah. Entah sejak kapan kata sosialita kemudian melekat pada gender perempuan. Membeli barang mewah dengan harga yang fantastis merupakan sebuah prestasi dalam diri sosialita.

Sebenarnya sosialita tidak cenderung melulu tentang suatu hal yang negatif. Meski sering menerima pemberitaan yang kurang mengenakan karena gaya hidupnya. Nyatanya kelompok sosialita juga beramal lo. Masyarakat mengira jika selama ini sosialita dipandang sebagai kelompok yang mempunyai gaya hidup wah. Diluar dari itu kelompok sosialita juga mempunyai sisi positif yang dapat kita apresiasi. Entah sejak kapan arti kata sosialita ini berganti ke makna kaum elit yang gemar berfoya-foya. Ada hal yang lebih dari sekedar itu. Adanya pergeseran makna ini sebenarnya memerlukan pengamatan yang lebih lanjut lagi. Menurut penulis banyak sisi positif yang dapat diketahui oleh khalayak yang tak hanya perlu kita ketahui lebih dalam lagi tentang sosialita dan tak hanya sekedar kelompok yang gemar menghamburkan uang untuk kesenangannya semata. Sisi lain dari kehidupan sosialita yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat di luar sana bahwa menurut jurnal pikma golongan sosialita sering membantu dan menyumbangkan hartanya untuk kegiatan kemanusiaan seperti bencana alam atau sekedar bersedekah untuk masyarakat miskin dan tentunya mereka menyumbangkan dengan jumlah yang tidak sedikit.

Jadi menurut penulis memang kaum sosialita ini merupakan golongan dari masyarakat yang cenderung mempunyai perekonomian diatas rata-rata akan tetapi bukankah hal tersebut sudah bukan rahasia lagi?dan jika mereka kerap menggunakannya untuk kesenangan dan gaya hidup hedon merupakan hal yang biasa mereka lakukan namun akan terlihat luar biasa untuk masyarakat lain. Juga tidak masalah jika kaum sosialita ini menggunakan uangnya untuk membeli barang yang harganya mahal hingga ratusan juta. Namun tidak baik juga jika uang yang mereka keluarkan hanya digunakan untuk memuaskan hasrat dan menjadi kesenangan semata bukan lagi kebutuhan utama. Mereka bahkan rela membeli tas ratusan juta hanya untuk ingin diakui kekayaannya. Namun juga tidak selalu negatif, jika kelompok sosialita membeli barang-barang mahal seperti tas, jam tangan mahal yang tujuannya untuk berinvestasi tentu tidak ada salahnya. Lalu bagaimana dengan anggapan masyarakat bahwa sosialita merupakan kelompok orang yang hidup berfoya-foya? akan terus melekat jika gaya hidup mereka yang fantastis terus dipertahankan. Alangkah baiknya jika uang mereka lebih baik diinvestasikan atau ditabung untuk kebutuhan dimasa mendatang. Semua ini tergantung dari bagaimana mereka mengubah gaya hidup konsumtif dan hedonisme menjadi orang yang lebih sederhana saja dan tidak mengutamakan gengsi hanya karena ingin dipandang sebagai kelompok masyarakat yang tajir melintir. Tentu perubahan tersebut juga harus didukung dari lingkungan keluarga, teman dan masyarakat itu sendiri. Terus semangat untuk perubahan yang lebih baik!