Proses Produksi Dupa Polos di Kecamatan Pakis Kab. Malang

 Foto : Naufal Tsaqif Islami

Di Indonesia sendiri memiliki banyak agama dan budaya. Beberapa agama dan budaya identik dengan dupa, mau itu untuk ibadah atau seni budaya. Asal mula dupa diperkirakan bermula dari kebiasaan umat Hindu dan Bydha di India dan China. Seiring dengan imigrasi ken Asia Teggara terutama di Indonesia, terutama ke Indonesia hal itu berpengaruh ke sebagaian penduduk Indonesia. Kerajaan Hindu Majapahit yang berkuasa mempunyai pengaruh besar di daerah Jawa – Bali.

Bali termasuk konsumen  dupa terbanyak di Indonesia, dikarenakan masyarakat Bali umumnya beragama Hindu – Budha. Disana dupa sendiri memiliki banyak manfaat. Untuk yang pertama adalah beribadah, mengusir aura negatif, untuk kesehatan dll.

Tingginya kebutuhan dupa menjadi bisnis bagi banyak masyarakat. Contohnya adalah Bambang Hari Oetomo, beliau memproduksi dupa sekitar 2 tahunan. Untuk perharinya bisa sekitar 15 ribu dupa. Setiap proses pembuatan hingga proses packing dibantu oleh anaknya. Untuk proses produksi dilakukan dirumah.

Dupa yang beliau produksi nantinya dikirim ke Bali. Dupa – dupa tersebut masih polosan atau belum dicampuri saos khusus. Fungsi dari saos tersebut adalah agar dupa memilliki aroma. Jadi bisa di bilang beliau hanya mengirim dupa polosan dan kemudian diolah kembali di Bali nantinya.  Bagaimana prosesnya simak berikut ini.

Alat ini berfungsi untuk mencampurkan bahan – bahan untuk produksi dupa. (Foto : Naufal Ts . I)

Sebelum alat digunakan, alat tersebut dibersihkan dahulu dari sisa – sisa produksi sebelumnya. (Foto : Naufal Ts . I)

Batang stick yang berfungsi untuk tusuk dupa ditata rapi di alat produksi. (Foto : Naufal Ts . I)

Bahan yang tadi sudah dicampur dan diolah dimasukan ke mesin produksi dupa. (Foto : Naufal Ts . I)
Disini mesin otomastis memproduksi dupa, batang stick dan bahan menjadi satu kemudian  keluarlah dupa. (Foto : Naufal Ts . I)

Dupa yang baru saja jadi kemudian ditata diatas rak kayu agar tidak merusak dupa dan memudahkan proses penjemuran. (Foto : Naufal Ts . I)

Dupa yang baru diproduksi di jemur agar dupa mengeras.(Foto : Naufal Ts . I)

Setiap beberapa jam dibalik agar dupa kering sempurna. (Foto : Naufal Ts . I)
Proses penjemuran dilakukan satu hari tidak boleh lebih dikarenakan dupa bisa melengkung. (Foto : Naufal Ts . I)

Setelah dupa kering sempurna dilakukan pengangkatan. (Foto : Naufal Ts . I)
Dilakukan proses penataan dan pemilihan dupa. Nanti yang dikemas hanya dupa berkualitas atau tanpa ada cacat. (Foto : Naufal Ts . I)

Penimbangan dilakukan per kg dengan tujuan memudahkan proses packing dan memudahkan proses setor nantinya. (Foto : Naufal Ts . I)

Proses perapian dilakukan agar dupa tidak rusak. (Foto : Naufal Ts . I)

Terakhir adalah proses packing agar dupa tidak rusak saat pengiriman. (Foto : Naufal Ts . I)