BISNIS PEMBUATAN BATU BATA

Foto : Feby A.S

 Incoin.id – Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dana, dan lain sebagainya. Industry batu bata merah sebagai salah satu usaha yang memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan pada saat ini.

  Dengan semakin berkembangnya tingkat pembangunan infrasruktur bangunan seperti bangunan perumahan, Gedung sekolah, dan sebagainya, semua membutuhkan bahan baku untuk pembangunan tersebut. Salah satu bahan baku pembangunan tersebut yaitu batu batu. Karena pada dasarnya batu bata mudah dijangkau dan harganya pun relatif lebih murah dari pada batako.

  Batu bata sendiri tidak memerlukan bahan yang banyak untuk membuatnya, bahan bakunya berupa hasil dari limbah sisa pembakaran pohon tebu dan sekam atau ampas dari padi. Tetapi meskipun tidak ada bahan baku yang banyak batu bata bisa dibilang membutuhkan proses yang cukup lama untuk siap dipasarkan.

  Untuk itu masyarakat Desa Asrikaton, Dusun Meduran Kabupaten Malang membuka peluang usaha sebagai pembuat  batu bata. Dan di Dusun Meduran itu masyarakatnya banyak bekerja maupun membuka usaha ke pembuatan batu bata. Banyak dari warga dusun Meduran yang mengandalkan batu bata sebagai pekerjaannya atau mata pencaharian utama tetapi ada juga yang mempunyai pekerjaan sampingan seperti petani, maupun pedagang untuk menambah penghasilan. Di samping itu bahan pembuatan batu bata seperti tanah liat mudah didapat karena disana sumber daya alam mudah didapatkan sehingga memudahkan bagi masyarakat sekitar untuk berwirausaha.

Bahan campuran pembuatan batu bata berupa ampas sisa pembakaran tebu (Gambar : Feby A.S)

Bahan campuran dari sekam/sisa pengolahan padi (Gambar : Feby A.S)

Bahan baku utama tanah liat merah untuk pembuatan batu bata (Gambar : Feby A.S)

Bahan serbuk perekat rahasia pabrik untuk tanah agar tidak mudah hancur (Gambar : FebyA.S)

 

Kayu yang nantinya untuk pembakaran batu bata (Gambar : Feby A.S)

Proses pencampuran seluruh bahan baku yang menggunakan mesin pengaduk sebelum tanah dicetak
(Gambar : Feby A.S)

 

Alat pencetak batu batu yang dilakukan secara manual agar hasilnya yang maksimal (Gambar : A.S)

Batu bata yang sudah tercetak tidak langsung di jemur, batu bata akan di taruh di tempat teduh dan diberi atap plastik hitam
Agar batu bata tidak mudah hancur sampai benar-benar kering (Gambar : Feby A.S)

Batu bata yang sudah benar-benar kering dijemur selama dua hari agar tidak mudah hancur ketika proses pembakaran
(Gambar : Feby A.S)

 

Proses pembakaran batu bata dilakukan selama tiga hari tanpa berhenti  api tidak boleh sampai mati agar merata dan tidak
Ada yang gosong (Gambar : Feby A.S)

Proses terakhir adalah dilakukan penjemuran terakhir setelah pembakaran sebelum batu bata siap dijual
Perlu satu hari untuk penjemuran (Gambar : Feby A.S)

Setelah proses panjang tersebut batu bata siap untuk dijual setidaknya setiap hari mampu membuat
dua ratus lima puluh batu bata, dan penjualan dilakukan seminggu sekali (Gambar : Feby A.S)