Menelusuri Pasar Tradisional Terbesar di Kota Malang

Foto: Mahesa Zukruf

Pasar Besar Kota Malang merupakan pasar tradisional terbesar yang ada di Kota Malang, maka tak heran pasar ini sering kali menjadi jujukan bagi masyarakat Kota Malang dalam mencari berbagai macam kebutuhan. Pasar yang memiliki empat tingkat ini terletak di Jalan Pasar Besar Kecamatan Klojen Kota Malang. Tak perlu khawatir tidak menemukan barang incaran, karena di Pasar Besar ini dapat dijumpai berbagai macam orang menjajakan kebutuhan. Namun dewasa ini pasar tradisional mulai ditinggalkan, tentu hal ini dikarenakan kondisi pasar tradisional yang terkesan tak terawat membuat banyak orang enggan berkunjung dan hanya sekedar lewat.

Dikutip dari jurnal berjudul Pasar Tradisional Kebertahanan Pasar Dalam Konstelasi Kota, awal pertumbuhan pasar tradisional berupa tanah lapang tanpa bangunan permanen. Pasar tradisional khususnya yang berada diperkotaan tumbuh di Indonesia sejak awal munculnya pemukiman ataupun kerajaan.

Meskipun eksistensi dari pasar tradisional saat ini mulai tergerus dikarenakan berjamurnya pasar-pasar modern, dan juga berubahnya gaya hidup masyarakat modern, pasar tradisional masih memiliki tempat tersendiri bagi sebagian masyarakat. Berikut merupakan potret kegiatan perputaran ekonomi di Pasar Besar Kota Malang.

Kegiatan tawar menawar antara pedagang dan pembeli.

Seorang ibu yang membelikan ice cream untuk anaknya sesudah berbelanja.

Pekerja yang sedang menimbang sayuran.

Pekerja yang sedang menunggu temanya mengantar pesanan.

Potret pekerja yang mengangkut kardus sedang berpose.

Pak Wandi seorang pedagang sate sedang membalik sate.

Berbagai makanan dan minuman tradisional seperti jamu mudah kita temui.

Pedestrian yang berubah fungsi menjadi lahan parkir.

Barisan pedagang yang berjualan di emperan toko.

Kondisi pedestrian yang tidak aman membuat kesusahan bagi pejalan.

Pedagang emas yang sedang menunggu pelanggan.

Tak hanya kebutuhan pangan saja, kebutuhan sandang juga tersedia.

Tak selalu ramai, terkadang menunggu pelanggan hingga ketiduran.

Pedagang yang sedang menimbang udang.