Bisakah Beli Sepeda Dijadikan Investasi?

Foto : Irawati Kusuma W

Dengan adanya virus covid 19 membuat sebagian masyarakat harus berhenti melakukan aktivitas diluar dan mulai melakukan kegiatannya di rumah saja. Kegiatan yang kerap dilakukan di rumah saat pandemi biasanya berkebun, menonton acara tv, tidur, bermain gadget dan memasak. Terkadang aktivitas yang kerap dilakukan setiap hari akan membuat orang mudah bosan sehingga masyarakat akan mencari aktivitas lain yang dapat menghilangkan kebosanan, seperti olahraga bersepeda. Bersepeda menjadi tren gaya hidup baru yang sehat untuk masyarakat.

Adanya tren bersepeda di kalangan masyarakat ini ternyata berdampak dengan meningkatnya harga jual sepeda di pasaran. Minat konsumen juga melonjak dari sebelumnya. Dikutip dari kompas.com pembelian sepeda oleh konsumen di laman Tokopedia pada Mei 2020 melonjak hingga 40 persen dari bulan sebelumnya. Sementara di laman e-dagang Blibli, sepeda masuk daftar salah satu produk favorit yang dicari konsumen. VP of Sports Blibli Elsa Maria Pattie menyebutkan, trafik penjualan sepeda sejak Maret hingga pertengahan Juni 2020 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19. Sedangkan toko online Bukalapak menyebut ada peningkatan transaksi pada bulan Maret sampai Juni di platform mereka. Sementara itu, pencarian paling populer pada kategori produk sepeda adalah sepeda gunung merk sepeda polygon, sepeda lipat dengan merk Exotic, Pacific dan United, serta produk aksesoris sepeda seperti googles helm sepeda MTB dan juga tempat minum. Kepala Marketing Komunikasi Polygon Indonesia Yunike Maris mengungkapkan, jaringan pabrik sepeda Polygon berkapasitas produksi 700.000 unit sepeda per tahun. Yunike menambahkan, permintaan sepeda yang melonjak pada masa pandemi Covid-19 berpotensi membuat harga sepeda meningkat tak wajar. Polygon memiliki 500 dealer atau pedagang penyalur sehingga potensi itu bisa diantisipasi.

Foto : Irawati Kusuma W

Apakah membeli sepeda dengan harga yang fantastis bisa dikatakan realistis?atau hanya sekedar fenomena tersebut bisa menjadi investasi yang menguntungkan di masa depan ?dikutip dari koinworks.com, pertama coba cari tahu dulu sebenarnya apa tujuan kamu memiliki sepeda? Kalau kamu berpikir untuk memiliki sepeda seharga puluhan atau ratusan juta akan menguntungkan setelah beberapa tahun ke depan, sebaiknya diskusikan dahulu dengan mereka yang paham akan sepeda dan harga jual. Tak semua sepeda bisa dijadikan investasi. Sepeda yang merupakan edisi khusus serta terbatas bisa saja nilainya tinggi dan jika dijual dalam 2-3 tahun harga jualnya berpotensi lebih tinggi.

Namun, tren bersepeda juga mengalami penurunan seiring mulai kembalinya aktivitas masyarakat. Disisi lain juga membuat produsen sepeda justru menyimpan stok barang lebih banyak. Dikutip dari bisnis.com penurunan harga terjadi antara 7 hingga 10 persen. Berikut perinciannya :

Police Folding Bike Milan 8 Speed Edisi Rans 2.0 dijual dengan harga Rp 1,95 juta. Sebelumnya harga mencapai Rp 2,1 juta. Police Folding Bike Texas 8 Speed Edisi Teh Botol Sosro dibanderol dengan harga Rp 2,65 juta, turun 10 persen dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2,95 juta. Selanjutnya, Element Folding Bike Ecosmo 8 Speed dijual dengan harga Rp 3,03 juta, atau turun 10 persen dengan harga sebelumnya senilai Rp 3,37 juta. Sepeda lipat ini memiliki sistem percepatan 8 speed. Sementara itu, untuk rangka sepeda, dibuat dari High-Tensile Steel alias baja, yang biasa digunakan untuk produk segmen menengah. Element MTB Ecosmo Z8 Folding Sepeda Lipat edisi Black Panther dijual seharga Rp 3,91 juta dari sebelumnya Rp 4,35 juta. Element Folding Bike New Troy X 9 Speed saat ini harganya Rp 4,18 juta dari sebelumnya mencapai Rp 4,5 juta. Sepeda di segmen harga Rp 4 jutaan ini tergolong memiliki spesifikasi yang beragam. Beberapa poin yang membedakan harganya antara lain sistem pemindahan gigi roda belakang yang berada pada rentang 7 percepatan hingga 9 percepatan. Kemudian, Element Folding Ecosmo 10 Speed Shopia Latjuba Edition harga semula Rp 8,45 juta, kini menjadi Rp 7,6 juta. Camp Folding Bike Hazy 16 inch 11 Speed turun 10 persen dari Rp 9,37 juta menjadi Rp 8,43 juta. Element Folding Bike Pikes Gen 2 Chico Jericho Edition menjadi seharga Rp 10,93 juta dari harga semula Rp 12,15 juta. Varian sepeda lipat di segmen Rp 8 jutaan hingga Rp 10 jutaan, terdapat sejumlah sepeda lipat dengan bahan kerangka dari alloy dan sistem perpindahan gigi belakang mulai dari 9 hingga 11 percepatan.

Nah dengan pembahasan tersebut kalian bisa menentukan sendiri layak atau tidaknya sepeda untuk dijadikan investasi. Dengan harga yang masih naik turun dan bisa dikatakan sebagai sebuah tren saja apa kalian tetap ingin menjadikan sepeda sebagai investasi? Jika iya kalian harus bisa merawatnya dengan baik ya guys.