Perekonomian Masyarakat Bromo Setelah Dibukanya Kembali Kawasan TNBTS

Pembukaan kembali Kawasan TNBTS terutama Kawasan wisata Gunung Bromo dinilai mampu mengembalikan perekonomian masyarakat kawasan bromo yang sempat terhenti akibat dampak dari pandemi COVID-19.

  Balai besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memutuskan untuk kembali membuka jalur pendakian ke Gunung Semeru dan wisata Bromo pada 24 Mei 2021, setelah ditutup selama satu tahun lamanya akibat kebakaran hutan serta pandemi Covid-19. Masyarakat kawasan bromo sangat senang dengan dibukanya kembali kawasan TNBTS karena perekonomian masyarakat sangat tergantung dengan wisata bromo. Sebelumnya selama penutupan masyarakat setempat mencari kebutuhan ekonomi melalui berkebun dan menjadi kuli bangunan. Tetapi dengan dibukanya kembali kawasan TNBTS masyarakat kembali beraktivitas mencari kebutuhan pokoknya melalui pariwisata yang ada di kawasan TNBTS. Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ataupun wisata Bromo John Kennedie selaku kepala balai besar TNBTS berharap kebijakan ini dapat kembali menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. “Pembukaan pendakian ke Gunung Semeru maupun kawasan Bromo juga diharapkan dapat membangkitkan roda ekonomi masyarakat sekitar setelah selama kurang lebih satu tahun kawasan TNBTS ditutup,” ujarnya. Pihaknya juga akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protocol Kesehatan Covid-19 saat kawasan Bromo dibuka. Protocol Kesehatan tersebut mewajibkan para pendaki untuk melakukan pembelian karcis secara online.

  Indonesia saat ini juga mengandalkan sektor kepariwisataan hal ini dilihat dari adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pariwisata tersebut. Alasan dikembangnya kepariwisataan di Indonesia ini di antaranya sumber daya alam yang tidak dapat di perbarui seperti minyak bumi dan batu bara akan semakin berkurang dan dapat berpotensi punah, dampak positif dari adanya pengembangan kepariwisataan yang ada di Indonesia selain meningkatkan penghasilan perekonomian nasional juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Manfaat tersebut bisa berupa di terimanya para pelamar kerja di sekitar destinasi wisata karena fasilitas-fasilitas yang berbayar seperti penginapan atau hotel, rumah makan, transportasi, jasa penukaran uang asing dan lain sebagainya yang memerlukan banyak tenaga kerja tersebut dapat mengurangi adanya pengangguran yang ada di sekitar tempat wisata yang ada di Indonesia.

  Seperti halnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang memiliki keindahan alam yang sangat bagus yang dapat mendukung tingkat kesejahteraan masyarakat tengger yang tinggal di kawasan bromo tengger tersebut. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditetapkan sebagai Taman Nasional di karenakan memiliki potensi kekayaan alam yang sangat indah jika dilihat dari ketinggian. Kekayaan alam yang dimiliki Gunung Bromo di antaranya adanya fenomena kaldera tengger, hamparan pasir yang sangat luas yang biasa disebut dengan lautan pasir. Pemandangan alam yang sangat indah yang didukung dengan adanya penampakan geologis Gunung Semeru dan Gunung Bromo, keragaman berbagai jenis tanaman langka serta di temukannya enam buah danau alami yang di akibatkan adanya proses vukanik pada zaman dahulu, sehingga kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu tujuan wisata oleh turis asing maupun mancanegara.

  Sejak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditetapkan sebagai Taman Nasional banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengetahui lokasi dan keindahan Gunung Bromo sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Bromo guna melihat keindahan alam yang di nampakkan oleh deretan gunung yang berada di dekat Gunung Bromo. Karna Bromo menjadi tempat wisata maka perekonomian atau sosial ekonomi masyarakat ikut meningkat terutama pada saat dibukanya kembali wisata TNBTS. Daya tarik wisata Gunung Bromo ini memiliki peluang dan potensi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat suku tengger untuk itu perlu diadakannya pengembangan fasilitas yang ada di sekitar tempat wisata ataupun Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat suku tengger yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut, dengan dubukanya kembali masyarakat kawasan Bromo berharap agar tidak adanya lagi penutupan karena masyarakat sangat mengandalkan kebutuhan sehari-hari mereka dari wisata TNBTS. Masyarakat kawasan Bromo juga mengharapkan penambahan fasilitas yang diyakini sangat dibutuhkan oleh wisatawan agar menjadi daya tarik yang lebih dan tidak adanya kebosanan untuk berkunjung kembali ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).