Mengenal Startup Digital dan Perkembangannya

Sumber : rawpixel.com

Ekonomi digital di Tanah Air mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir. Hal ini tentu saja dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat yang mengharuskan kita untuk senantiasa beradaptasi, selain itu jumlah penduduk yang besar, serta jumlah pengguna internet yang terus tumbuh menjadi salah satu faktor peningkatan ekonomi digital di Indonesia.

Bekerjasama dengan Hootsuite, laporan perusahaan media asal Inggris, We Are Social mengungkapkan laporan “Digital 2021 : The Latest Insights Inti The State of Digital” yang diterbitkan pada 11 Februari 2021. Laporan itu berisi hasil riset mengenai pola pemakaian media sosial di sejumlah negara termasuk di Indonesia, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial, dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, penggunaan media sosial yang mencapai 170 juta. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia sama dengan 61,8% dari total populasi pada Januari 2021. Angka ini juga meningkat 10 juta, atau sekitar 6,3% dibandingkan tahun lalu.

Apa itu Bisnis Startup

Jika ditelusuri secara etimologi, pengertian startup bisa diartikan sebagai sebuah istilah serapan dari bahasa Inggris yang memiliki arti suatu proses atau tindakan dalam memulai sesuatu, namun jika dikaitkan dengan usaha bisnis pengertian startup adalah suatu perusahaan rintisan yang belum lama bergerak, karena baru bergerak dan beroperasi, perusahaan ini ini masih dalam proses pengembangan dan penelitian yang nantinya akan menentukan pasar yang sesuai.

Dikutip dari jurnal.id, startup sendiri secara literal, adalah rintisan, jadi bisnis startup  dapat dikatakan sebagai bisnis rintisan. Lantas apa yang membedakan startup  dengan usaha kecil menengah? Bisnis startup adalah bisnis rintisan  yang diharapkan  dapat tumbuh dan menguasai ceruk  pasar secara cepat dan selanjutnya menjadi perusahaan yang besar.  Bisnis startup  biasanya lebih mengutamakan ide-ide baru dan memberi solusi permasalahan bagi konsumen. Bisnis startup  juga biasanya mengandalkan teknologi untuk membantu pertumbuhan bisnis,  maka tidak salah jika sebagian orang memandang bisnis startup  sebagai bisnis yang bergerak di bidang teknologi.

Bagaimana Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia

Perkembangan dunia startup  di Indonesia semakin bergairah dan semakin tumbuh seiring dengan berkembangnya teknologi, tentu saja selain faktor teknologi, hal ini dikarenakan jumlah penduduk dan pengguna internet di Indonesia yang tiap tahun nya mengalami peningkatan, maka dari itu bisnis startup dinilai cukup menjanjikan di Indonesia.

Dilansir dari bigalpha.id, pada saat ini, Menurut data yang dihimpun Bain & Company’s Southeast Asia Private Equity Practice, ada 12 Unicorn di Asia Tenggara per Desember 2020 yaitu Bigo, Gojek, Grab, Bukalapak, Lazada, Razer, OVO, Sea Group, Traveloka, Tokopedia, VNG, dan VNPay.

Mengacu daftar tersebut 5 dari 12 unicorn di atas berasal dari Indonesia per akhir 2020.  Pada 2021 Ada satu lagi startup asal Indonesia yang menyusul masuk dalam daftar unicorn  yaitu J&T Express, sebuah perusahaan Rintisan yang bergerak di bidang logistik. Banyaknya jumlah perusahaan rintisan yang berstatus  unicorn menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar dan iklim usaha yang prospektif bagi industri digital. Berikut merupakan perusahaan startup berstatus unicorn di Indonesia.

Gojek

 

Sumber : gojek.com

Gojek adalah salah satu perusahaan yang fenomenal Di Indonesia. salah satu layanan awal perusahaan ini adalah penyediaan transportasi ojek online bagi masyarakat di kota-kota besar Indonesia dengan nama Goride.

Universitas Indonesia pernah merilis risetnya pada 2018 yang menyebutkan bahwa proses memberikan dampak  ekonomi sebesar Rp 44,2 triliun bagi ekonomi nasional. Selain itu, gojek dianggap punya peran penting dalam mendukung iklim UMKM

Tokopedia

Unicorn terbesar kedua di Indonesia adalah Tokopedia yang diperkirakan memiliki valuasi US$8 miliar- US$10 miliar pada awal 2021 atau setara dengan Rp 112 triliun ( kurs Rp  14.100).  Tokopedia merupakan perusahaan marketplace atau pihak yang menghubungkan antara penjual dan pembeli, atau yang akrab kita sebut e-commerce.

Traveloka

Sumber: tirto.id

Traveloka dikenal sebagai perusahaan yang memiliki layanan pemesanan tiket transportasi, pemesanan hotel, hingga menyewa kendaraan, namun seiring dengan berjalanya waktu perusahaan ini juga merambat ke layanan gaya hidup, kuliner, hingga jasa keuangan.

OVO

OVO dikenal sebagai perusahaan yang bergerak pada layanan dompet digital, di era digital saat ini membawa dompet ketika bepergian sudah bisa digantikan dengan layanan dompet digital. OVO sendiri terkenal dengan warna khas ungu, yang saat ini telah digandeng oleh Tokopedia sebagai platform pembayaran digital di marketplace tersebut

Bukalapak

Bukalapak merupakan perusahaan teknologi yang memiliki bisnis utama yang hampir sama dengan Tokopedia yaitu marketplace. Pada 2020, valuasi Bukalapak diperkirakan mencapai US$2,5 miliar-US$3 miliar.

J&T Express

Perusahaan terbaru yang mendapatkan predikat unicorn dari Indonesia adalah J&T Express, di masa pandemi perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi ini mendapatkan keuntungan yang dikarenakan meningkatnya permintaan layanan pengiriman barang.