Mengenal Apa Itu Bitcoin dan Mengapa Bernilai Tinggi?

Sumber: pexels

Criptocurrency atau yang biasa disebut uang kripto saat ini sudah menjadi hal yang bisa dibilang populer dan berkembang pesat di dunia transaksi non tunai. Kehadirannya dengan berbagai jenis memudahkan kita untuk melakukan transaksi maupun investasi berbasis digital. Di Indonesia sendiri, eksistensi uang digital atau kripto sudah dapat diakui. Bahkan aset kripto di Indonesia telah diatur sebagai instrumen investasi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka Indonesia. Dari banyaknya jenis uang kripto, Bitcoin menjadi salah satu yang cukup populer dikalangan masyarakat dunia. Lalu apa itu bitcoin?

 

Bitcoin adalah mata uang digital yang merupakan salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor satu. Bitcoin diciptakan pada tahun 2009 lalu oleh seseorang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Tidak seperti uang lainnya, penyimpanan bitcoin dilakukan dengan menggunakan komputer pribadi dan tidak menggunakan jasa bank. Selain itu, bitcoin juga disebut sebagai mata uang yang terdesentralisasi yang artinya tidak ada satu orang atau satu lembaga pun yang mengontrol.

 

Sebagai salah satu jenis dari uang kripto yang cukup populer, bitcoin menjadi incaran banyak orang di dunia, hal tersebut tak lain karena nilainya yang terbilang fantastis. Dikutip dari kompas.com total nilai kapitalisasi pasar bitcoin di pasar mata uang kripto mencapai 1,064 triliun dollar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 15.428 triliun. Angka tersebut mencapai 43,7 persen dari total kapitalisasi pasar aset kripto. Selain itu, pada tahun 2020 kenaikan harga bitcoin meningkat hingga 170 persen dengan harga penjualan lebih dari Rp. 270 juta tiap kepingnya. Lalu mengapa nilai bitcoin bisa tinggi?

 

Alasan tingginya nilai Bitcoin

Tingginya nilai bitcoin diprediksi masih akan terus meningkat. Nilai yang bisa dibilang fantastis tersebut disebabkan oleh tingginya jumlah permintaan akan bitcoin. Sederhananya, jika angka permintaan semakin tinggi, maka nilai bitcoin akan semakin tinggi juga. Dikutip dari market.bisnis.com Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan ada sejumlah faktor lain yang juga mendorong penguatan harga bitcoin belakangan ini, salah satunya dipicu oleh aksi sejumlah perusahaan global yang mulai melirik aset tersebut. Salah satunya adalah Tesla Inc yang mengalihkan aset mereka dari aset konvensional seperti kas lalu membeli bitcoin. Setelah Tesla Inc beralih ke bitcoin, nilai bitcoin langsung melonjak tinggi dan menembus nilai yang fantastis.

 

Saat ini, uang digital atau uang kripto sudah memiliki lingkaran konsumen yang cukup luas. Selain itu sudah banyak yang mau menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Bitcoin juga dipercaya sebagai emas digital yang dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda di masa mendatang. Hal inilah yang juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya nilai satu keping bitcoin.

 

Jika nilai bitcoin bisa melambung tinggi hingga mencapai nilai yang fantastis, maka nilai bitcoin juga dapat turun drastis. Lalu mengapa nilai bitcoin bisa terjun bebas?

 

Alasan mengapa nilai Bitcoin bisa turun

Salah satu faktor yang menyebabkan terjunnya harga bitcoin adalah hilangnya kepercayaan masyarakat akan keamanan menyimpan uang dalam bentuk koin seperti bitcoin. Hal ini terjadi lantaran kasus pencurian yang terjadi pada exchanger dunia seperti Bitfinnex dan Mt Gox. Setelah kejadian tersebut, harga bitcoin langsung terjun bebas dan angka pembelian bitcoin menjadi turun drastis. Aset kripto bergantung pada keseimbangan penawaran dan permintaan. Apabila penawaran lebih tinggi dari pada permintaan maka nilai bitcoin akan semakin rendah, hal ini sesuai dengan hukum pasar.

 

Cara kerja Bitcoin

Dikutip dari akseleran.co.id ada 3 cara kerja bitcoin yang juga menjadi bagian dari bitcoin itu sendiri. Yaitu:

  1. Block Chain. Di bagian ini, semua transaksi yang menggunakan Bitcoin dimuat. Transaksi dinyatakan telah selesai bila sudah masuk ke dalam bagian ini. Block chainberisi berbagai macam transaksi baru dan masing-masingnya terhubung dengan blok sebelumnya. Bahkan, transaksi yang ada bisa dirunut ke transaksi paling awal, yaitu ketika Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin untuk pertama kalinya.
  2. Miner. Penambang Bitcoin bisa dibilang sebagai penjaga transaksi. Mereka memastikan agar transaksi-transaksi baru tercatat dan tidak ada yang mengganggu daftar transaksi lama. Disebut sebagai minerkarena mereka yang menambang blok baru untuk memuat daftar transaksi baru.Sebagai kompensasinya, mereka akan mendapatkan beberapa Bitcoin. Peran mereka cukup penting, terutama untuk membuat sistem jaringan Bitcoin terus bekerja.
  3. Wallet. Seperti yang disebutkan di atas, Bitcoin yang kita miliki nantinya akan disimpan di wallet. Namun, sebenarnya yang disimpan hanyalah private keyyang memberikan akses kepada pemilik Bitcoin untuk menambahkan transaksi ke block chain. Bitcoin sendiri tersimpan sebagai catatan transaksi yang ada di dalam block chain