Keuntungan Penghobi Ikan Channa

Azrul Risky awal mula hanya penghobi ikan hias berjenis channa, sampai menjadi importir ikan hias di kalangan kota Malang yang meraup untung cukup tinggi dengan ikan predator ganasnya.

Awal mula hobi dengan ikan hias khususnya channa adalah pada tahun 2019, pada saat itu hanya memiliki dua ekor ikan saja yang kemudian dari seiringnya waktu hingga tahun 2020 memiliki tiga puluh ekor ikan hias berjenis channa dan peacock bass yang berasal dari lokal dan impor. Pada tahun 2020 itulah saat terjadinya pandemi Covid-19 yang kebanyakan orang sedang dilanda musibah finansial justru Azrul saat itu sedang mengalami keuntungan yang berlipat-lipat. Dari awalnya hanya hobi ikan hias tidak sengaja menjadi pedagang ikan hias, awalnya ketika temannya berkunjung kerumahnya melihat-lihat koleksi ikan pribadinya kemudian tertarik untuk membeli ikan koleksinya tersebut hingga dua kali lipat dari Azrul membeli awal ikan tersebut. Dari situlah Azrul berfikir untuk menjual ikan-ikan impor melalui media sosial facebook,

Memang pada saat masa pandemi Covid-19 orang-orang banyak mengisi waktunya di rumah mungkin dari sana banyak yang mulai jenuh tidak adanya kegiatan orang-orang banyak yang memutuskan untuk memelihara hewan untuk mengisi waktu luangnya khususnya ikan hias. Pandemi tersebut membawa dampak tersendiri bagi kalangan pedagang ikan hias, banyak dagangan mereka yang harganya naik hingga lima kali lipat dari harga tahun sebelumnya. Azrul sendiri mengambil ikan hias langsung impor dari negara India, Thailand, sampai ke Amerika yang terkenal dengan ikan di sungai Amazonnya. Ikan-ikan yang ia impor biasanya berjenis seperti channa Auranti maculata, channa Barca, hingga jenis-jenis peacock bass yang sifatnya predator atau pemakan ikan yang lebih kecil dari tubuhnya. Azrul meraup untung yang cukup tinggi dari penjualan ikan tersebut ia bisa untung perbulannya hingga belasan juta rupiah karna harganya sendiri yang sudah mahal dari negaranya karena sulitnya untuk dicari seperti jenis-jenis ikan channa.

Ikan channa atau yang biasa orang sebut ikan gabus memiliki berbagai jenis yang berbeda-beda sesuai habitatnya maupun dari setiap Negara yang berbeda. Diluar Negeri ikan ini disebut dengan snakehead karena kepalanya yang mirip sama ular. Channa-channa ini biasanya dikoleksi dan dikembang biakkan lagi baik sekedar hobi maupun dibisniskan lagi. Azrul sendiri mengimportir ikan-ikan dari luar untuk dijual lagi dan ada yang untuk dicoba dikembang biakkan sendiri di Indonesia, sampai saat ini channa dari luar belum ada yang berhasil dikembang biakkan di Indonesia karena sulitnya untuk adaptasi dari sungai ke aquarium. Channa dari luar banyak digemari karena motif maupun warna yang beragam dibandingkan dengan channa dari Indonesia.

Awal mengimpor ikan hias dari berbagai Negara banyak sekali kendala yang dialami oleh Azrul mulai dari ikannya yang tiba-tiba sakit hingga banyak yang mati saat baru datang. Dengan adanya musibah tersebut Azrul tidak patah semangat untuk berhenti mendatangkan ikan dari luar, dari kegagalan tersebut ia belajar untuk mengatasi masalah tersebut mulai dari membaca-baca artikel tentang penanganan ikan hias hingga langsung konsultasi kepada owner ikan hias dari negaranya berasal. Ikan hias yang baru datang dari luar biasanya tidak langsung dijual karena ikan tersebut butuh adaptasi dengan cuaca disekitar yang perubahannya cukup drastis. Ikan tersebut akan di karantina terlebih dahulu hingga dua sampai tiga mingguan sebelum dijual ke penghobi. Proses karantina tersebut bertujuan untuk mengembalikan mental ikan dan mengobati penyakit yang di bawa dari negara asalnya.

Pada saat ditanya mengenai apakah akan terus-menerus untuk mengimpor ikan hias dari luar Negeri Azrul mengatakan “Mungkin saya perlahan akan berhenti untuk mengimpor ikan dari luar, karena Indonesia sendiri memiliki berbagai spesies ikan-ikan predator yang tidak kalah bagusnya disbanding dengan ikan luar Negeri. Mungkin saya akan mencoba lebih mengenalkan ikan-ikan asli Indonesia kepada penghobi ikan diluar Negeri sehingga saya akan mulai mengekspor ikan hias lokal dan mencoba menaikan harga jual ikan lokal agar petani ikan lokal kita mengalami peningkatan dari segi ekonomi mereka.” Karena sebenarnya ikan lokal Indonesia banyak dihargai di luar dari pada di Negeri kita sendiri, disitulah harga ikan lokal sebenarnya tidak kalah malahalnya dibandingkan dengan ikan-ikan impor.